DEPOK — Sekolah SD Muhammadiyah 3 Pondok Cina Depok terus meningkatkan
inovasi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan
peserta didik. Salah satunya melalui kegiatan Workshop Pembuatan Media
Pembelajaran Berbasis Neurosains dengan Teknologi Augmented Reality (AR) yang
dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026, bertempat di SD Muhammadiyah 3 Pondok
Cina, Depok.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari
program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Sekolah Pascasarjana Universitas
Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA). Workshop menghadirkan narasumber yang
memiliki kompetensi di bidang pendidikan, pembelajaran, dan pengembangan media
pembelajaran.
Tiga narasumber yang terlibat dalam kegiatan
tersebut adalah Associate Professor Dr. Yessy Yanita Sari, M.Pd, Associate
Professo Dr. Somariah Fitriani, M.Pd, dan Sartika Ayu, M.Pd, alumni Pendidikan
Dasar (Pendas) UHAMKA;
Kepala SD Muhammadiyah 3 Pondok Cina, Ust.
Mahfan, S.Pd., MA, menyambut baik pelaksanaan workshop tersebut. Menurutnya,
kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas dan
kompetensi guru, khususnya dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan
sesuai dengan perkembangan zaman.
«“Kami menyambut baik kegiatan workshop ini.
Bagi kami, peningkatan kualitas pembelajaran harus dimulai dari peningkatan
kualitas dan kompetensi guru. Guru perlu terus belajar, beradaptasi, dan
berinovasi agar mampu menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan
peserta didik di era digital,” ujar Mahfan.»
Ia menambahkan bahwa SD Muhammadiyah 3 Pondok
Cina ingin terus membangun budaya pembelajaran yang modern, keren, kekinian,
menyenangkan, dan mencerahkan.
«“Kami ingin SD Muhammadiyah 3 Pondok Cina
menjadi sekolah yang modern, keren, kekinian, menyenangkan dan mencerahkan.
Teknologi bukan sekadar digunakan agar pembelajaran terlihat canggih, tetapi
harus benar-benar memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik, bermakna,
dan membantu peserta didik berkembang secara optimal,” tambahnya.»
Dr. Yessy Yanita Sari, M.Pd, dalam paparan nya
menjelaskan bahwa Workshop dirancang untuk memperkenalkan sekaligus
mengembangkan kemampuan pendidik dalam memanfaatkan teknologi Augmented Reality
(AR) sebagai media pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan menarik
bagi peserta didik. Pendekatan berbasis neurosains menjadi bagian penting dalam
kegiatan ini, sehingga pengembangan media pembelajaran tidak hanya berorientasi
pada penggunaan teknologi, tetapi juga memperhatikan bagaimana proses belajar
dapat berlangsung sesuai dengan karakteristik dan cara kerja otak peserta
didik.
“Workshop merupakan wujud Pengabdian Pada
Masyarakat yang dilakukan oleh dosen Uhamka, “Ujar Yessy
Dalam paparannya, Yessy menegaskan bahwa Pemanfaatan
teknologi AR diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata.
Peserta didik tidak hanya menerima informasi melalui teks atau gambar dua
dimensi, tetapi dapat memperoleh pengalaman visual dan interaktif yang membantu
mereka memahami konsep pembelajaran secara lebih mendalam.
“Kegiatan ini menjadi momentum untuk
meningkatkan kompetensi guru dalam merancang media pembelajaran inovatif. Guru
didorong untuk tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu
mengembangkan berbagai bentuk media yang relevan dengan tujuan pembelajaran dan
kebutuhan peserta didik.” Ujar Yessy.
Kegiatan ini sejalan dengan semangat
transformasi pendidikan Muhammadiyah yang terus mendorong peningkatan kualitas
sumber daya manusia dan inovasi pembelajaran. Kehadiran perguruan tinggi
Muhammadiyah melalui program PKM di lingkungan sekolah menjadi bentuk sinergi
dalam memperkuat ekosistem pendidikan Muhammadiyah.
Melalui workshop tersebut, diharapkan lahir berbagai gagasan dan produk media pembelajaran berbasis teknologi yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di SD Muhammadiyah 3 Pondok Cina. Integrasi neurosains, kreativitas guru, dan teknologi
.jpeg)

0 Komentar